Latief Sitepu Dorong Sineas Muda Situbondo Tekuni Perfilman dengan Serius dan Totalitas

Redaksi | News
oleh

SITUBONDO KLIKSURABAYA CO ID-Latief Sitepu, yang dikenal dengan peran sebagai “Abah” dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji mendorong Sineas Situbondo, Jawa Timur, agar serius menekuni pembuatan film.

Hal ini disampaikan Latief Sitepu saat nonton bareng film layar lebar yang dibintangi dirinya dengan judul “Cintaku di Tembok Berlin” di Kota Cinema Mall (KCM) Roxy Kabupaten Situbondo, Jumat, 4 September 2026.

“Profesi tuh jangan asal dan jangan hanya dibuat gagah-gagahan ya, harus serius ya. Misalkan jadi sutradara ya jadi sutradara yang bener. Kalau pemain ya pemain yang bener. Abah itu kalo main film ya harus total,” ucapnya.

Di usianya yang ke-84, Latief Sitepu mengaku masih bersemangat untuk membuat film layar lebar sekaligus menjadi pemeran film. Katanya, film sudah mendarah daging dan tak bisa dipisahkan dari dirinya.

“Semenjak kecil, saya senang menonton film dan berkeinginan untuk bermain film. Dan pada tahun 1963 di Jakarta, saya bermain film pertama saya, dan saya tekuni itu sampai sekarang,” ungkapnya.

Latief Sitepu berpesan kepada para Sineas di Kabupaten Situbondo, untuk terus konsisten di jalur perfilman, apalagi telah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD setempat.

“Tekuni, dan totalitas, pasti akan berhasil. Apalagi sudah dapat dukungan dari pemerintah daerah dan KCM Roxy Situbondo,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Business KCM Situbondo, Satrionie, mengaku sengaja mendatangkan artis ibu kota yang legendaris, Latief Sitepu. Selain untuk memasarkan film berjudul Cintaku di Tembok Berlin, juga untuk menyemangati sineas muda Situbondo.

“Kehadiran Latief Sitepu ini diharapkan bisa membakar semangat para sineas muda kita, yang sudah menelorkan beberapa film pendek, mengangkat potensi lokal Situbondo,” ucapnya.

Satrionie berkomitmen untuk mendukung sineas muda Situbondo, sehingga mampu melahirkan film-film lokal kelas nasional. KCM Situbondo siap memfasilitasi pemutaran film yang diangkat dari kearifan lokal Situbondo yang mencakup budaya, ritual, dan tradisi.

“Sudah ada beberapa film lokal karya sineas Situbondo yang mengangkat tentang budaya, ritual, maupun tradisi masyarakat Situbondo,” tegasnya.

Kata Onie, sapaan akrabnya, bahwa film lokal yang mengangkat kearifan lokal Situbondo, terus mengalami kemajuan yang luar biasa. Antusiasme masyarakat saat menonton film yang menceritakan tentang Situbondo, cukup tinggi.

“Jumlah penonton saat pemutaran film lokal, lumayan banyak. Makanya saya datangkan Latief Sitepu agar para sineas muda bisa berbagi ilmu dan pengalaman,” bebernya.***

 

No More Posts Available.

No more pages to load.